2,009 total views,  3 views today

Komponen 2 berfokus pada penguatan sistem pendanaan riset dengan adanya beberapa isu seperti Tingkat Kesiapterapan Teknologi, (TKT), Lembaga Pemberi Dana Riset, serta Sistem Monitoring, Evaluasi Riset dan Pengembangan.

Komponen 2: Penguatan Sistem Pendanaan Riset

  1. Penguatan Lembaga Pendanaan Riset dalam mendukung RPJMN 2020-2024 (Persentase kontribusi matching grant non APBN dalam pelaksanaan litbang di Kemenristek/BRIN)
  2. Penguatan Tata Kelola Pendanaan Riset yang berorientasi outcome
  3. Penguatan Sinergi Pendanaan Riset dan Inovasi dalam mendukung Perpres 16/2018
  4. Dukungan Sistem Informasi Eksekutif yang memanfaatkan integrasi lokadata untuk mendorong  interaksi, kolaborasi, dan pemelajaran.

Kegiatan penguatan sistem pendanaan riset publik ini dimulai bulan Juli 2016 dan mengalami restrukturisasi pada bulan November 2016. Sejak tahun 2017 sampai 2019, berfokus pada, 1) aspek kajian kebijakan dan 2) pengembangan sistem Monev Risbang. Seluruh kegiatan dirancang untuk selesai pada bulan Desember 2020.

Desain kegiatan pasca restrukturisasi diberikan pada Gambar.1 dimana ditunjukkan keterkaitan antara; koordinasi lembaga pendanaan riset dan kolaborasi antara periset serta perencanaan dan penganggaran  dengan sistem informasi kegiatan riset. Interaksi di antara empat aspek tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kebijakan berupa berbagai regulasi dan legislasi yang relevan.


Gambar.1. Desain Kegiatan Penguatan Sistem Pendanaan Riset Publik Pasca Restrukturisasi

Setelah restrukturisasi, adapun hasil capaiannya  antara lain;  Policy Brief dengan naskah urgensi pembentukan Indonesia Research Funders Forum (IRFF), teridentifikasinya tujuh (7) Model Kerjasama Pendanaan Riset, dua Policy Brief tentang  Tata Kelola Pendanaan Riset dan Penguatan Sistem Pendanaan, Panduan Manajemen Pendanaan Riset, Panduan Penghitungan Standar Biaya Keluaran (SBK) Bidang Energi Baru Terbarukan,  Modul Memahami Tingkat Kesiapanterapan Teknologi (TKT), aplikasi  untuk sistem informasi eksekutif Monevrisbang, terkumpulnya sekitar 450.000 judul proyek riset yang didanai sejak tahun 2007 sampai 2019, mulai terintegrasinya empat (4) Sub-Sistem data informasi ( Simlitabmas, Insinas,TKT-Online dan Kinerja) serta; mulai digunakannya basis data Monevrisbang oleh LPDP, BPDP-Sawit dan LIPI. Terakhir, sudah diintegrasikannya Sistem Monevrisbang dengan Sistem Informasi LPDP untuk pengelolaan proses seleksi proposal proyek riset tahun 2020.

Sepanjang tahun 2020 ini dilakukan upaya-upaya mendukung pengembangan sistem informasi Prioritas Riset Nasional (PRN) Kemenristek/BRIN; menjaga kegiatan diskusi rutin IRFF yang sudah dirintis sejak tahun 2017; memetakan portofolio pendanaan berbagai lembaga pendanaan riset di Indonesia dan menggali potensi sinergi pendanaan; mendukung regulasi turunan UU No. 11/2019 tentang Sisnas Iptek, Perpres Dana Abadi Litbangjirap, dengan memberikan rekomendasi mekanisme pemanfaatan Dana Abadi Litbangjirap; serta penyusunan phase over sistem Monevrisbang. Monevrisbang saat ini sudah terbentuk dan sedang dilakukan penyempurnaan dengan melibatkan tim dari Deputi Risbang Kemenristek/BRIN diharapkan kedepannya dapat dilakukan diseminasi dan advokasi untuk hasil-hasil proyek. Di sisi lain, Naskah Urgensi dan Draf Kepmenristek/BRIN tentang Pembentukan IRFF telah disusun, namun menunggu kepastian struktur organisasi Kemenristek/BRIN.